Catatan seorang paper

PAPERLAND

Ya’, hari ini libido gw untuk bernulis rasanya lagi naik. Dan sebagai awalan, gw pengen bercerita tentang sebuah band. Band temen gw sendiri. Gw ngefans banget sama mereka. Mereka adalah….. Paperland adalah salah satu nama band indie di Indonesia yang berasal dari Surabaya, Jawa Timur. Sebuah sumber menyebutkan bahwa mayoritas band yang berada di bawah naungan “indie label”, lebih mampu menelurkan karya berkualitas ketimbang band-band yang berada di bawah naungan label mayor. Apalagi jika melihat fenomena musik Indonesia masa kini, pengaruh bermusik dari boy band- boy band asal Negeri Gingseng, Korea, sedang mendominasi pasar musik Tanah Air. Band indie—sebagaimana namanya—biasanya adalah band-band yang mengedepankan identitas dan idealisme bermusik tanpa bayak terpengaruh pada selera pasar. Hal ini membuat musik mereka berbeda tapi tetap berkualitas dan khas. Paperland (menurut saya) adalah salah satu dari beberapa band indie yang patut diacungi jempol. Alternative adalah warna musik dasar yang digarap Paperland, yang memang berbeda dengan warna musik band-band kebanyakan yang menjamur beberapa tahun terakhir. Paperland (2007), beranggotakan Filesky (vokal, Biola), Faiz (vokal latar, gitar), dan Awan (drum, vokal latar). Sejak awal terbentuknya, Paperland telah beberapa kali mengalami perubahan personel. Album Rahasia Langit (self-titled) berisi 10 (sepuluh) lagu sukses dirilis awal tahun 2013 di bawah naungan Togamas Music Production. Paperland dikenal dengan lirik-liriknya yang puitis juga musiknya yang (bagi saya) enak didengar. Hal ini (mungkin) dikarenakan jam terbang mereka yang tinggi dalam musikalisasi puisi di berbgai event sastra sebelum mereka merilis album. Dalam proses perekaman, Paperland punya cara yang agak berbeda. Lirik lagu adalah hal terakhir yang mereka buat. Oleh karena itu, tak heran saat musik dan aransemen sudah jadi dibuat, lirik masih belum jadi. Penemuan dan fiksasi beat drum yang dibuat Awan dilanjutkan dengan fiksasi nada gitar dan arransmen dasar oleh Faiz , lalu diikuti oleh penemuan lirik lagu oleh Filesky dengan sisipan lantunan biolanya adalah proses rekaman yang biasa mereka lakukan. Menurut Filesky , hal ini dilakukan karena menciptakan lirik akan lebih mudah untuk dapat disesuaikan dengan nada lagu. Sementara dalam menciptakan musik, akan lebih sulit mengubah dan memodifikasinya jika sudah dirasa pas. (*)

Sumber: http://bonx.wordpress.com/2013/06/09/paperland/

No comments:

Post a Comment

Powered by Calendar Labs

Pages